sugiono

smp 289 jakarta...

Selengkapnya

CITA-CITA MULIA  

Cita-cita adalah harapan dimasa yang akan datang bagi semua orang terutama anak-anak kita. Kita sering bertanya kepada anak kita, apa cita-citamu kelak nanti ? begitu banyak ragam jawaban yang terlontar dari anak kita ada yang mau jadi presiden, menteri, dokter, dosen, guru, ABRI, pilot, polisi dan lain sebagainya. Tanpa kita sadari bahwa pertanyaan orang tua keanak mengenai cita-cita sebenarnya kita semua sedang membangun sebuah istana yang mulia untuk anak dimasa yang akan datang. Kita selalu berpesan kepada anak “Gapailah cita-citamu setinggi bintang dilangit”.

Cita-cita merupakan keinginan, harapan atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan dan tanpa sikap hidup. Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya, cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata ketrampilan, semen ilmu dan pasir potensi diri.

Cita-cita yang mulia tidaklah mudah seperti yang kita bayangkan, tapi semua itu kembali kepada orang tua yang membimbing anak untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya melalui proses pemantauan belajarnya, melihat teman pregaulannya, mendorong kepada kegiatan positif yang menuju arah cita-citanya. Cita-cita seorang anak bisa terwujud dalam 10 tahun atau bahkan 20 tahun mendatang. Bisa juga sudah dirasakan dalam waktu yang singkat.

Anak adalah harapan bagi orang tuanya dalam hidup ini, karena dengan tercapainya sebuah cita-cita mulia berarti kita orang tua akan terangkat derajatnya dari kesuksesan seorang anak. Hanya sebuah harapan dan doa tulus kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa memohon anak kita tercapai segala cita-cita yang mulia untuk membangun Negara Indonesia ini serta membanggakan keluarga, agama, masyarakat serta Negara. Generasi anak kita merupakan generasi yang harus kita tentukan dari sekarang apakah anak kita mau dijadikan generasi seperti besi, generasi seperti alumunium atau generasi seperti emas.

Generasi besi adalah generasi seperti besi yang diluarnya kokoh tapi mudah rapuh terkena karat dari panas, dingin dan molekul lainnya. Artinya generasi ini anak hanya fisik atau badannya yang kuat sehat tapi rapuh di dalam pendiriannya, hatinya penuh kebimbangan dan mudah goyah dihasut. Generasi ini tidak baik karena hanya mementingkan badannya saja tapi penanaman karakternya tidak ada. Generasi seperti alumunium adalah generasi yang mempunyai sifat lembek diluar dan juga lembek didalam. Maksudnya mendidik anak jangan seperti sifat alumunium anak lembek didalam dan diluar, anak dimanja tidak boleh ini dan itu, anak tidak mengetahui dunia luar karena di kurung saja dalam rumah. Tapi didiklah anak kita untuk menggapai cita-cita menjadi generasi penerus seperti emas, emas adalah logam mulia yang dibentuk dengan model apa ajah akan mengkilat, indah dan mahal harganya. Emas terbentuk agar indah ditempa, dipanasin, didinginkan tanpa hentinya. Mendidik anak menjadi generasi emas bagi orang tua memang tak semudah dibayangkan, karena anak dididik dengan tanpa lelah memotivasinya agar terus semangat. Anak dididik bermental baja, berkarakter baik, tidak cengeng sehingga bagus di luar dan bagus didalam dirinya.

Dalam menentukan cita-cita anak orang tua tetap berpatokan pada kebaikan untuk sesama. Karena cita-cita yang baik adalah yang bermanfaat bagi sesama. Jangan mematok cita-cita yang hanya mementingkan diri sendiri. Itu bukanlah sebuah cita-cita yang laik orang tua perjuangkan dengan keras dan penuh pengorbanan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Benar pak, org tua bimbing anak menentukan cita ciranya. Sukses selalu dan barakallah

06 Dec
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali